Tips Membuat Blog Dari Awal, Sebuah Cerita Dari Blogger Pemula




Selama menjadi karyawan dengan gaji yang berkecukupan, tidak ada terlintas sama sekali dalam pikiran saya untuk memulai sebuah blog. Namun setahun belakangan, saya baru menyadari jika blog adalah pekerjaan yang bisa ditekuni dan menjadi sumber penghidupan yang sangat layak. Semacam entrepreneur. Tentu pendapat saya ini diakibatkan karena kurangnya wawasan.

Lalu saya mulai berpikir, apakah tidak terlambat memulai sebuah blog? Kenapa harus blog? Sekarang sudah era vlog, manusia malas membaca dan hanya mau menonton, apa tidak salah membuat blog?

Saya akan coba riset dan bahas apakah blog masih relevan saat ini. Tapi terus terang saja, membuat blog dari awal bukanlah pekerjaan yang mudah.

Oleh karena itu saya tidak berniat untuk membagikan pembahasan tentang cara membuat blog dan teknis-teknis yang menyertainya, karena saya yakin sudah banyak sekali artikel yang membahas tentang hal itu.

Saya akan memberikan tips membuat blog dari awal atau lebih tepatnya, membangun blog dari awal. Mengapa tips? Ya, karena tips berarti bukan langkah yang harus Anda ambil, melainkan sebuah anjuran.  

Lalu, mengapa harus percaya saya? Sebenarnya tidak harus sih percaya saya. Justru, karena saya pemula, makanya saya membagikan cerita kepada Anda yang juga baru memulai blog.

Sehingga yang saya tuliskan disini benar-benar pengalaman real yang sedang saya lewati. Sama sekali bukan kisah sukses.

Berjalan bersama-sama itu baik untuk meringankan beban kita. Jadi, buat mastah-mastah blog, sebaiknya skip saja pembahasan ini, atau kalau ingin memberikan masukan, dengan senang hati saya menerimanya.

Kumpulkan Motivasi

Ini yang paling penting dan mendasar. Walaupun saya blogger pemula, tapi saya sudah cukup muak dengan slogan-slogan bahwa blogging itu mudah, blog itu pasti bisa menghasilkan uang, dan gagasan-gagasan lain yang berbicara seolah blog adalah pilihan yang tepat dalam menambah penghasilan Anda.

Pertama yang perlu Anda sadari adalah, membangun blog sama sulitnya dengan menguasai keahlian seperti pekerjaan-pekerjaan lain pada umumnya. Yang gampang itu membuat blog, anak umur 7 tahun saja bisa kalau diajari.

Temukan motivasi yang jelas dalam diri Anda. Untuk apa membuat blog? Jika jawabannya adalah untuk mencari uang, maka sebaiknya pikirkan kembali. Karena Anda akan frustasi jika nantinya blog Anda tidak menghasilkan uang, dan pada akhirnya meninggalkan blogging.

Tanyakan pada diri Anda, apakah ada hal-hal yang bisa dicintai dari aktivitas blogging? Apapun itu, entah coding HTML nya, entah menulis artikelnya, entah kesukaan membagikan hal yang positif kepada orang lain.

Adakah? Jika ada yang bisa membuat Anda betah untuk duduk berlama-lama, pun jika memang tidak menghasilkan uang sepeserpun, maka saran saya jalanilah blogging.

Algoritma Google yang semakin canggih, akan semakin menyulitkan kita untuk membuat konten-konten dengan kualitas sampah. Ya benar, internet adalah lautan informasi yang begitu melimpah dan Google tentu saja sudah menyadari hal itu. Jadi, kalau memang kita tidak terlalu niat untuk membangun blog, mending tidak usah.

Jujur motivasi saya sendiri adalah membangkitkan kembali minat yang sudah terkubur lama, yaitu menulis. Pertama kali saya membuat blog itu pada tahun 2010, ketika baru memasuki semester pertama perkuliahan.

Baru 1 artikel saya tulis, kemudian blog itu saya tinggalkan karena kesibukan kuliah yang begitu menyita perhatian. Menjelang akhir 2019 baru saya tergerak kembali untuk hidupkan kembali blog saya. Blog yang sedang Anda kunjungi ini sudah ada sejak 2010 silam, hanya saja namanya sudah saya ubah.

Disamping itu, menjadi seorang blogger berarti juga harus siap menjadi pembelajar sepanjang waktu. Platform yang kita pakai untuk menulis adalah dunia maya yang setiap saat berubah dan selalu menyesuaikan zaman. Disitulah artinya kita menjadi seorang pembelajar sepanjang waktu.

Ditambah lagi mantan teman kerja saya dikantor dulu, sekarang sudah berubah menjadi blogger dan youtuber ternama. Yap, siapa yang tidak kenal mastimon.com? Dibaliknya ada mas Timon Adiyoso yang sempat menjadi rekan kerja saya di 2 perusahaan yang berbeda.

Tidak lama, mungkin hanya sekitar 2 tahun kami bersama, dan setelah itu beliau memutuskan untuk resign demi mengurus blognya. Keputusan hidup yang sangat berani itu kini telah membuahkan hasil. Dan saya yakin, ketekunan beliau yang juga menjadi modal besar akan pencapaiannya saat ini.

Jadi ingat, blogging itu tidak untuk semua orang. Hanya bagi mereka yang memiliki kecintaan pada dunia blog, dunia menulis, dan ketekunan untuk belajar yang sungguh bisa bertahan. Dan, jika beruntung, bisa juga menghasilkan uang.

Pikirkan baik-baik Niche Blog

Setelah didasari motif yang sudah mantap, langkah selanjutnya adalah memikirkan niche blog atau topik blog. Blog yang baik selalu punya hal bermanfaat yang bisa dibagikan kepada pembacanya.  Nah, membahas sesuatu dengan konsisten dan mendalam bisa menjadi pondasi kita untuk membangun trust dengan audiens.

Adanya niche blog yang sudah kita tentukan sebelumnya juga akan membantu kita untuk mengurangi  beban dalam menulis.

Apalagi jika niche yang kita tentukan adalah hal-hal yang berkaitan dengan skill yang kita kuasai. Tentu tulisan-tulisan kita akan sangat mengalir dan menulis bukan menjadi kegiatan yang membebani kita.
Apa yang kita kuasai dengan baik? Dan apakah itu hal positif yang bisa kita bagikan kepada orang lain?

Nah jika sudah ada jawabannya, maka susun urut-urutan pembahasan dengan baik. Susunlah dari awal pengenalan (dasar) hingga ke tingkat yang paling lanjut.

Pisahkan masing-masing pembahasan dengan batasan topik yang jelas, sehingga satu artikel/konten akan membahas satu pembahasan yang spesifik. Gunanya apa? Selain agar pembahasan per artikel lebih mendalam, ini akan membantu Anda untuk tidak kehabisan ide menulis.

Misal, saat ini saya menulis tentang “Mengenal Fungsi Dasar Pada Adobe Photoshop”. Maka pada artikel itu saya tidak akan membahas tentang cara melakukan efek-efek manipulasi pada Photoshop. Sehingga pembahasan akan lebih terfokus dan masih ada ruang untuk pembahasan lainnya.

Jika memang tidak ada hal yang spesifik yang kita kuasai, maka kita bisa memilih niche campur atau blogger biasa menyebutnya dengan niche gado-gado.

Kita bisa membahas apapun di dalamnya, tapi ingat, tetap bertanggung jawab pada isi. Jangan sekali-kali memberikan informasi yang tidak valid kepada pembaca.

Niche gado-gado berarti kita harus memperkuat kemampuan riset kita untuk memastikan validnya sebuah informasi.

Blog ini misalnya, niche nya adalah campur. Tidak masalah, asalkan, tetap ada topik-topik yang porsinya dibahas lebih banyak dibanding topik lain.

Belajarlah menulis

Karena blog adalah platform tulisan, maka jelas, Anda harus bisa menulis. Sejauh apa orang bisa dikatakan mampu membuat tulisan?

Menulis bukan sekadar menyusun kata-kata menjadi kalimat. Bukan juga sekadar menyampaikan maksud secara berurutan. Tidak sesederhana itu.

Menulis berarti kita mampu mempertanggungjawabkan apa yang kita berikan kepada pembaca. Mampu untuk menulis berarti mampu menyajikan informasi dengan rapi dan terpercaya.
Bagaimana caranya untuk menjadi terpercaya?

Bagi kalangan pembaca yang memiliki kemampuan literasi yang baik, kualitas tulisan adalah segala-galanya. Belajar menulis bukan hanya membekali Anda untuk menulis artikel saja.

Kemampuan menulis akan sangat berguna pada aspek kehidupan lainnya. Misal, menulis pidato, menulis karya ilmiah seperti paper, skripsi atau tesis, atau bahkan menulis buku fiksi maupun non-fiksi.

Belajarlah untuk memperhatikan kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, termasuk tanda baca, dan hindarilah salah ketik.

Pastikan artikel yang Anda posting itu adalah konten paling sempurna yang Anda buat. Saya sendiri benci jika ada salah ketik, salah huruf capital, salah tanda baca, dan berbagai kesalahan-kesalahan minor lainnya pada tulisan saya.

Karena sebenarnya, kesalahan-kesalahan seperti itu menunjukkan kemampuan literasi sang penulis.
Apa itu kemampuan literasi? Literasi yaitu kemampuan yang meliputi menulis dan membaca. Terdengar sederhana ya? Akan saya bahas lebih mendalam pada artikel lainnya

Belum lagi jika kita berbicara tentang sistematika penulisan. Urut-urutan ide yang kita sampaikan pun harus jelas, dan memiliki sebab akibat yang logis. Selain itu juga ada efektifitas kalimat yang perlu kita perhatikan.

Cukup banyak aspek-aspek kepenulisan yang bisa kita dalami, jadi, jangan pernah menyepelekan tulisan jika Anda memang benar-benar ingin terjun dalam dunia blogging.

Tulis dan buat konten terlebih dahulu

Sudah saatnya mendaftar blog? Belum, sabar dulu.

Lebih baik, sebelum blog kita go live, kita siapkan terlebih dahulu konten-konten tulisan kita. Jadi, kita punya stock konten untuk diwaktu-waktu yang akan datang.

Tujuannya apa? Untuk menjaga eksistensi blog kita, dan terutama berjaga-jaga jika suatu hari kita sedang buntu ide untuk mengisi blog kita.

Siapkan semua pelengkap konten yang kita butuhkan seperti artikel, infografis, ilustrasi, dan foto yang diambil sendiri. Kalau bisa, siapkan sebanyak mungkin, mungkin bisa sekitar 100 postingan
.
Jika tidak bisa, tidak apa-apa, secukupnya saja. Konten-konten selanjutnya menyusul dalam waktu-waktu Anda mengembangkan blog Anda.

Tapi, jangan membiarkan blog Anda jeda terlalu lama. Usahakn untuk dengan konsisten tetap mengisi blog Anda dengan konten-konten baru, agar Google tetap melihat ada aktivitas pada blog Anda.

Bangun audiens, bangun trust, ini yang paling sulit. Apa yang membuat orang mau untuk membaca berita dari Tribunnews? CNN? Jawabannya jelas, karena mereka layak dipercaya alias trustworthy.

Nah, mari buat blog kita, sebagai wadah sumber bacaan yang bisa pembaca percayai kebenarannya.

Tips yang satu ini tidak saya lakukan pada saat saya membuat blog, dan baru terpikirkan sekarang. Saya terlalu terburu-buru langsung ingin membuat blog saya go live tanpa merencanakan garis besar artikel yang akan saya buat. Semoga bisa menjadi pelajaran bagi Anda

Mendaftar ke Blogger/Wordpress

Nah, jika poin diatas sudah dipikirkan dan dipersiapkan semua, maka sekarang saatnya untuk mendaftar blog serta beberapa teknis dibelakangnya, hingga blog kita bisa go live.

Panduan untuk mendaftar blog yang paling mudah dimengerti menurut saya, bisa cek di video youtube Timon Adiyoso.

Saat awal saya membuat blog ini, saya juga mencari panduan yang tersebar melimpah di page one google. Ternyata setelah saya riset, ada panduan paling praktis dan jelas di channel Timon Adiyoso. 
Judul videonya adalah Tutorial Blogger Pemula Lengkap. Jadi, saya sarankan Anda untuk mengacu pada panduan tersebut. Ini sama sekali bukan endorse atau backlink, tapi murni karena saya merasakan manfaat dari apa yang dipaparkan mas Timon disitu.

Itu saja dulu yang bisa saya bagikan tentang tips membuat blog awal atau pertama kali. Sekali lagi artikel ini bukan untuk advanced blogger, tapi lebih diperuntukkan kepada blogger pemula.

Cheers and keep writing!

Belum ada Komentar untuk "Tips Membuat Blog Dari Awal, Sebuah Cerita Dari Blogger Pemula"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel