Cara Riset Yang Baik Untuk Menulis Artikel


riset

Awal-awal saya membuat blog, saya tidak terlalu mempedulikan soal SEO dan tetek bengeknya itu. Berhubung saya hobi untuk mengalirkan tulisan, jadi saya tulis saja topik-topik serta keresahan saya terhadap segala hal di muka bumi ini.

Karena menurut saya, melelahkan sekali harus memperhatikan hal-hal yang akan menyetir kreatifitas kita dalam menulis.

Setelah diwejangi oleh beberapa blogger lainnya, saya menjadi tergerak untuk mulai sedikit memperhatikan SEO. Percuma saja kan, kita bikin tulisan indah-indah tapi tidak ada yang membaca? Ya memang lama kelamaan pasti ada yang baca, seiring dengan bertambahnya umur blog karena Google pasti akan crawling blog kita.

Tapi kapan? Ingat, persaingan di internet itu keras, sama lah dengan dunia nyata. Sementara kita pastinya ingin kan, tulisan kita dibaca orang. Kalau tidak ingin dibaca orang, buat apa menulis.

Hal sederhana yang pertama kali disarankan oleh mastah-mastah blogger untuk saya lakukan, adalah soal riset untuk menulis artikel.

Biasanya, kata “riset” yang umum dimengerti oleh kalangan blogger yaitu seputar bagaimana mengetahui kata kunci yang sedang trending, atau bagaimana mengetahui tingkat persaingan pada sebuah kata kunci, intinya, “riset” yang dimaksud bertujuan untuk mencari tahu seberapa mampu kata kunci yang kita pakai mendapat hasil page one di Google Result Pages

Nah, saya akan coba bagikan cara riset yang baik untuk menulis artikel, agar artikel yang kita hasilkan bukan hanya panjang, namun memiliki isi yang mendalam dan memiliki manfaat bagi pembaca. Jika yang Anda cari adalah riset untuk mencari keyword yang cocok dijadikan artikel, maka pembahasan ini bukan untuk Anda.


Kumpulkan Data Pendukung Yang Bersifat Ilmiah

Pertama-tama, anggap saja Anda sudah menemukan topik yang Anda akan bahas setelah berjibaku dengan Google Keyword Planner, Ahref, SEMRush, dan sebagainya. Misal, Anda akan menulis tentang sampah plastik.

Pada awal artikel, kita bisa tuliskan terlebih dahulu pengantar atau latar belakang mengapa kita menulis tentang sampah plastik. Nah, akan lebih baik, jika kita punya data yang valid hasil dari penelitian pada jurnal-jurnal internasional atau nasional. Penyajian data akan menunjukkan kalau artikel yang Anda tuliskan bukan hasil dari sembarang susun kalimat.

Melanjutkan contoh menulis tentang sampah plastik tadi, maka kita bisa cari referensi di Google tentang penelitian terkait sampah plastik. Bisa berupa data-data statistik jumlah sampah plastik masing-masing negara, dan sebagainya. Kalau bisa, tambahkan kata “pdf” pada pencarian Google, sehingga hasil yang akan ditampilkan lebih cenderung pada paper-paper atau jurnal penelitian.

Kata kunci yang bisa kita tuliskan misalnya : “jumlah sampah plastik masing-masing negara pdf”

Lalu, ambil salah satu penelitian yang bisa kita pahami, untuk kita tuliskan ulang inti pembahasan dari penelitian tersebut, sehingga latar belakang yang kita kemukakan memiliki dasar yang kuat. Tentu saja jangan lupa cantumkan sumbernya dengan jelas, serta link aktif menuju peneltian tersebut.

Contoh : “Jambeck et.al pada tahun 2015 memaparkan dalam salah satu penelitiannya tentang jumlah sampah plastic yang diproduksi masing-masing negara”

Mengapa harus ribet banget sih menulis artikel di blog? Seperti membuat skripsi saja.

Menurut saya, karya tulis apapun itu, walaupun “hanya” blog, pasti dibaca orang, kan? Sebagai orang yang bertanggung jawab, apakah kita akan membiarkan orang tersesat setelah membaca tulisan kita? Nah, dengan prinsip ini, kita akan lebih berhati-hati ketika membuat tulisan, dan menerapkan proses menulis karya ilmiah adalah cara yang tepat agar tulisan kita lebih berbobot dan dipercaya pembaca.

Tidak ada ruginya ketika kita menerapkan pola riset seperti ini. Selain untuk meningkatkan kualitas tulisan, kita juga akan lebih tajam ketika mengkritisi sebuah pendapat atau fakta. Kemampuan literasi kita khususnya membaca, juga akan meningkat seiring dengan banyaknya artikel dan jurnal-jurnal penelitian yang kita baca.

Dibawah ini adalah contoh artikel yang baik, dan menampilkan sumber data yang bisa dipercaya. SIlahkan cek link dibawah.

Cek Fakta Dari Setiap Kalimat Pada Artikel (Fact Checking)

Setelah menulis latar belakang di paragraph-paragraf pertama, tentunya kita akan melanjutkan tulisan dengan menggunakan kalimat-kalimat sendiri. Tapi ingat, jangan sampai kalimat yang kita tuliskan itu bertentangan dengan fakta yang ada.

Memeriksa fakta itu penting, karena seringkali kita menulis berdasarkan apa yang kita ingat saja, bukan? Maka sebaiknya, selalu crosscheck apapun yang akan kita tulis dengan informasi sebenarnya.
Misal, kita akan melanjutkan dengan menulis “teknologi pengelolaan sampah di Indonesia masih didominasi oleh teknik landfill, alias hanya memindahkan sampah ke dalam tanah”. Benarkah fakta ini? Maka, kita harus cek terlebih dahulu dalam literatur-literatur atau berita-berita juga boleh.

Usahakan sesedikit mungkin kalimat bersifat opini yang tertulis dalam artikel tersebut. Jika kita sedang dalam konteks untuk mengulas sesuatu, maka silahkan pergunakan analisis kita. Tetapi jika yang sedang kita bahas adalah fakta, maka jangan coba-coba untuk berspekulasi.

Di zaman yang berlimpah informasi ini, sungguh sayang jika kita juga hanya ikut-ikutan untuk menyiram internet dengan informasi-informasi yang dangkal. Alangkah baiknya kalau kita sedikit meluangkan waktu untuk membiasakan bertanggung jawab dengan apapun yang kita tuliskan.


Berikan Definisi Yang Lengkap

Saat ada istilah-istilah yang jarang digunakan muncul pada artikel kita, maka kita wajib untuk memberikan penjelasan khusus mengenai istilah tersebut. Jangan menganggap dengan memakai istilah-istilah sulit, akan membuat artikel kita terlihat lebih smart. Sama sekali tidak. Untuk apa jika tidak bisa dimengerti pembaca?

Berikanlah penjelasan yang komprehensif. Misal, masih melanjutkan tentang plastik tadi, Anda menggunakan istilah “Pyrolisis”, istilah yang tidak umum, bukan? Maka, sediakan paragraf khusus untuk membahas apa itu Pyrolisis.

“Pyrolisis adalah suatu mekanisme kimia yang biasa digunakan dalam pengolahan limbah plastik, dengan memanfaatkan panas sebagai medianya”

Jadi, jangan dengan sengaja membiarkan istilah-istilah yang spesifik bertengger di artikel Anda, dengan harapan artikel itu akan nampak lebih keren. Jika selama ini Anda berpikir seperti itu, lebih baik buang jauh-jauh pikiran itu agar pembaca nyaman berlama-lama di blog Anda

Demikian tips saya tentang riset yang baik untuk menulis artikel, kita akan membahas lebih dalam tentang cara riset keyword menggunakan Google Keyword Planner. See ya!

Belum ada Komentar untuk "Cara Riset Yang Baik Untuk Menulis Artikel"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel