Apa Yang Terjadi Ketika Blog Anda Berusia 5 Bulan? Kisah Blogger Pemula


Manusia memiliki kebiasaan ingin yang instan-instan saja. Lihat statistik blogger senior yang sudah “wah” selalu merasa terpacu dan ingin segera menjadi seperti itu.

Tidak ada salahnya untuk merasa termotivasi, tapi sekali lagi, biasakan untuk melihat proses dan bersabar dengannya. Biasakan untuk menikmati setiap tahapan dan belajar dari setiap tahapan itu.

Artikel ini akan coba membahas kondisi perkembangan blog, khususnya blog baru, agar Anda yang juga baru memulai membuat blog, memiliki bayangan seperti apa sih perkembangan traffic sebuah blog yang baru dibangun. Tentu saja blog berusia 5 bulan milik saya ini bukan sebuah contoh yang baik ya.

Saya memulai blog ini sekitar bulan November 2019, saya hanya mampu membuat 20 artikel hingga awal Januari 2020. Hingga kini, blog ini sudah berusia kurang lebih 5 bulan. Saya akan bagikan sedikit cerita dibalik blog ini untuk Anda

Jika dibandingkan dengan blog-blog yang seumuran, blog saya masih tergolong lambat pertumbuhannya.

Tahu lambat darimana? Saya pernah bergabung dengan sebuah grup Whatsapp yang namanya adalah Indonesian Blogger. Di dalamnya ada beberapa orang yang membagikan statistik hariannya. Ada yang baru berusia 40 hari, dan ada juga yang berusia lebih lama daripada blog saya.

Ketika saya bagikan statistik blog ini, penilaian mereka rata-rata hampir sama : blog saya ini cukup lambat pertumbuhannya. Tapi tidak apa-apa, saya anggap itu sebagai penilaian yang jujur dan setidaknya saya tahu bagaimana kondisi blog saya saat ini.

Patah arang? Nyaris, tapi belum. Saya akan masih penasaran, sampai blog ini berhasil meraih statistik yang lebih baik lagi.
Statistik singkat blog ini berdasarkan Google Webmaster yaitu sebagai berikut.



Saat ini, dengan total 40 an artikel, beberapa artikel yang dipublish 3-4 bulan lalu ada yang sudah mejeng di page one halaman pencarian Google. Sebagai contoh, adalah beberapa email pemberitahuan dari Google Search Console berikut




Email tersebut memberitahukan bahwa pencapaian blog di bulan Maret mengalami lonjakan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Ternyata, setelah diperhatikan ada artikel saya yang page one Google. Tapi, volume persaingannya low alias kecil, sehingga lonjakan yang terjadi tidak terlalu signifikan.

Sekali lagi perlu diketahui, saya bukan pamer loh ya disini. Justru ini adalah statistik yang sama sekali tidak pantas untuk dibangga-banggakan. Ada banyak sekali diluar sana blogger-blogger pemula yang statistik pencapaiannya jauh lebih bagus dibandingkan ini. Bahkan, banyak yang bilang bahwa dengan blog berusia 5 Bulan, harusnya sudah bisa terdaftar di Google Adsense.

Pada bulan ke 3 saya pernah memberanikan diri untuk mendaftarkan blog ke Google Adsense. Hasilnya? Sudah jelas ditolak, wong pencapaian viewernya cuma segitu



Mitos dan Fakta 1

Apa yang mendasari saya untuk berani mendaftar? Karena banyak informasi kurang jelas yang beredar di internet, yang bunyinya kurang lebih :

Menyarankan untuk bisa mendaftar Google Adsense setelah kurun waktu 2-3 bulan, tanpa menjelaskan lebih jauh lagi. Perhatikan, bahwa informasi tersebut kebanyakan hanya menyebutkan durasi waktu yang dibutuhkan untuk bisa mendaftar.

Seolah-olah, oh, dengan durasi minimal 2-3 bulan, maka blog sudah layak untuk didaftarkan ke Google Adsense. Tanpa memperhatikan, apa yang sebaiknya sudah dicapai dalam kurun 2-3 bulan itu?

Faktanya, bisa saya simpulkan, bahwa yang terpenting adalah, pencapaian apa yang sudah didapat selama 2-3 bulan itulah, yang mendasari kita bisa mendaftar ke Google Adsense. Pencapaian yang saya maksud ini yaitu statistik viewer ya.

Atau lebih logis dan sederhananya, kira-kira pengiklan mau tidak memasang iklannya di tempat yang sepi, walaupun blog itu sudah berumur 2-3 bulan? Tentu tidak bukan. Jadi yang penting, adalah pencapaian viewer blog Anda.

BACA JUGA : Cara Membangun Artikel Yang Berkualitas

Mitos dan Fakta 2

Kemudian ada mitos lagi yang banyak beredar, yaitu publish artikel setiap hari akan meningkatkan viewer? Informasi sepotong-sepotong seperti ini tentu akan membawa kita kepada pemahaman yang salah. Maksudnya mungkin benar, tapi penyampaiannya tidak lengkap jadi orang yang membaca berpotensi salah mengerti.

Orang akan berharap hal yang salah. Blogger pemula akan mengharap statistik blognya naik HANYA dengan membuat banyak artikel.

Akhirnya, kita berlomba-lomba untuk membuat artikel sebanyak-banyaknya. Does it works? Apakah membuat banyak artikel akan membuat pencapaian kita bagus? Tidak juga.

Sebenarnya, yang dicari dengan membuat artikel sebanyak mungkin, adalah MEMPERBESAR KEMUNGKINAN untuk mendapat viewer tinggi dari salah satu artikel-artikel yang telah kita buat itu.

Paham? Jadi membuat banyak artikel TIDAK MENJAMIN viewer blog kita akan menanjak. Tapi, MENJAMIN kemungkinan viewer blog kita untuk menanjak itu tetap ada.

Tidak mungkin semua artikel kita mempunyai kekuatan yang sama untuk meraih viewer. Misal, artikel yang baik dan yang buruk dalam meraih viewer perbandingannya 10 : 2. Otomatis, jika kita ingin meraih total viewer yang lebih besar, perbandingannya harus kita perbesar bukan? Caranya ya dengan memperbanyak artikel.

Kuncinya yaitu, kita tetap fokus juga pada penulisan artikel yang baik. Artikel yang informatif, dan berguna bagi pembaca. Kita menulis apa yang pembaca mau, bukan apa yang kita mau.

Demikian, semoga bisa memberi gambaran kepada blogger pemula yang baru membuat blog. Keep it up!

Belum ada Komentar untuk "Apa Yang Terjadi Ketika Blog Anda Berusia 5 Bulan? Kisah Blogger Pemula"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel