Apa Itu Layer, Masking, Opacity, dan Fill Pada Adobe Photoshop

Sebagai pemula, saya masih mengeksplorasi fungsi-fungsi pada adobe photoshop. Banyak sekali fungsi yang biasanya saya gunakan, namun hanya sebatas memakai saja tanpa mengerti maknanya dengan benar.

Padahal kalau kita bisa menguasai fungsi ini secara mendalam, maka kemampuan design kita akan semakin lengkap. Ingat, semua expert berawal dari beginner, dan semua expert tidak pernah meremehkan basic things, because basic things makes us perfect

1.       Layer
Bayangkan Anda punya kertas yang saling bertumpuk, namun kertas itu transparan. Apapun objek yang ada pada masing-masing kertas tersebut, jika kita lihat tampak atas, pasti akan terlihat berada pada permukaan yang sama, bukan? Demikian juga dengan cara kerja layer. Layer berfungsi untuk memisahkan area kerja agar tidak saling mengganggu, tapi secara tampilan, semuanya akan menjadi satu di kanvas kerja.


Menu Layer pada layer window


Area pengaturan layer berada pada sebelah kanan jendela kerja Photoshop kita. Keberadaan layer-layer ini mempermudah kita untuk mengolah masing-masing objek, tanpa takut merusak objek yang akan kita kecualikan. Jenis layer antara lain, layer teks, layer shape, dan layer mask. Fitur-fitur pada layer pun beragam jenisnya. Jika kita klik kanan pada layer, maka akan muncul berbagai menu, yang menunjukkan apa saja yang bisa kita lakukan pada Layer yang kita pilih.


layer option

Layer properties, digunakan untuk melihat nama layer dan memberi tanda warna pada layer sehingga mudah teridentifikasi. Ada pilihan 7 warna untuk memberi warna layer.

Kemudian ada juga Blending Options untuk masing-masing layer. Blending options adalah pengaturan yang memungkinkan kita menyusun campuran warna dari sebuah layer beserta efek-efek tambahannya. Akan saya bahas lebih lanjut di artikel berikut

Merge Layer, berguna untuk menggabungkan beberapa layer yang kita pilih, menjadi satu layer.

Flatten image, yaitu kita menekan keseluruhan layer untuk menjadi satu dengan background. Seperti tumpukan kertas yang saya ilustrasikan di awal tadi, ditekan, dipress hingga menjadi satu dengan kertas yang paling dasar. Bedanya dengan merge layer, pada flatten image kita tidak bisa memilih layer mana saja yang akan dijadikan satu. Sedangkan pada opsi Merge Layer kita bisa pilih layer yang ingin kita satukan.

Rasterize layer, berfungsi jika kita ingin mengubah bentuk vektor pada layer ke raster. Misal, ketika kita mengetik sebuah teks, maka teks itu akan berbentuk vektor. Tidak bisa diperlakukan layaknya gambar, misal, dipotong-potong sebagian atau diubah bentuknya secara random. Oleh karena itu, kita perlu mengubahnya ke bentuk raster.

2.       Masking
Mask kalau diartikan secara literal ke dalam bahasa Indonesia yaitu topeng. Pernah lihat orang yang pakai topeng, kan? Ada bagian dari wajah yang terlihat ketika kita memakai topeng, misalnya, mata, hidung atau dahi. Tapi ada bagian-bagian wajah yang tidak terlihat karena tertutup topeng.

Begitu juga dengan fungsi layer masking, semua bagian yang ditutupi oleh layer yang kita atur sebagai mask, akan menutupi layer yang ada dibawahnya. Teknik layer masking adalah salah satu teknik yang populer dalam Adobe Photoshop. Selain itu, juga mudah dalam  Sebagai contoh, perhatikan contoh masking dibawah ini. Saya akan memasukkan bentuk/bangun, untuk disesuaikan dengan bentuk huruf yang saya ketik.

Mudah bukan untuk dipahami? Detail langkahnya adalah sebagai berikut.

Misal, saya punya sebuah teks, dan sebuah objek berwarna merah seperti dibawah ini. Keduanya terletak pada layer yang berbeda.

contoh masking
Terdapat Huruf dan Bangun Pada Layer Berbeda
contoh masking
Bangun Diletakkan diatas layer Teks

Jika kita ingin menerapkan layer masking dari objek ke huruf (artinya yang menjadi topengnya adalah huruf), maka kita harus memposisikan baik layer maupun objek, harus berada diatas huruf. Ingat ya, bukan cuma layer objek yang berada diatas layer huruf, tapi posisi objeknya juga harus diatas seperti ini.

contoh masking
Klik Kanan Pada Layer Bangun, dan Pilih Create Clipping Mask


contoh masking
Posisi Bangun sudah Berada di Belakang Teks
Jika sudah, maka kita tinggal klik kanan pada layer objek (layer yang ingin kita letakkan dibalik huruf), dan pilih Create Clipping Mask. Maka perhatikan, objek akan langsung berada di belakang huruf. Bentuk objek akan menyesuaikan dengan bentuk huruf.

3.       Opacity dan Fill
Opacity adalah tingkat kepadatan warna dari layer yang kita buat atau dengan kata lain, seberapa transparan objek yang ada pada suatu layer. Sedangkan fill, adalah parameter yang menunjukkan kepadatan warna atau transparansi dari sebuah objek tanpa memperhitungkan outline/stroke yang dimiliki.

Jadi, jika kita membuat teks atau objek tanpa efek apapun, tidak akan terasa perbedaannya. Karena memang Fill, akan sah disebut sebagai Fill, jika ada yang membatasinya. Tapi jika objek atau teks itu memiliki stroke, maka akan terlihat perbedaan fungsi opacity dan fill pada kanvas kerja kita.

Coba kita bersama-sama lihat perbedaannya pada contoh dibawah ini.

opacity dan fill
2 Buah Layer Teks, yang 1 diberi strokes pada bagian outline huruf

opacity dan fil
Ketika Fill disetting 0%, Huruf masih terlihat bagian outline nya, sedangkan fill hilang

opacity dan fil
Ketika opacity disetting 0% dan fill tetap 100%, maka teks akan hilang seluruhnya

Demikian pembahasan kali ini, sampai jumpa di pembahasan dasar lainnya ya. Semangat belajar!

Belum ada Komentar untuk "Apa Itu Layer, Masking, Opacity, dan Fill Pada Adobe Photoshop"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel