Penghasilan Sampingan 13 Juta Per Bulan Dengan Mengolah Sampah Dari Rumah

13 juta perbulan

Kenapa kita semua pada males untuk memilah sampah sejak dari rumah? Ya iyalah males, orang nanti juga disatukan lagi kok sama petugas, pada saat akan membuang ke TPA. Jadinya konyol kan kalau kita misahin sampah gitu? Nggak ada gunanya alias useless. Jangankan mengolah sampah, memilah aja ogah!

Itu sebabnya saya sangat salut dan respect terhadap orang-orang yang peduli lingkungan dan menjadi sangat inspiratif. Ditengah-tengah lambatnya pemerintah merespon isu lingkungan yang makin hari makin urgent, masih ada orang yang punya beban untuk berbuat lebih kepada sekitar.

Argumen malas memilah apalagi mengolah sampah sepenuhnya sangat wajar kok. Waste management kita belum siap untuk pengolahan sampah terpisah, lalu untuk apa buang-buang waktu memilah sampah dari rumah. 

Pemerintah kita belum concern dengan sempurna mengenai masalah sampah ini. Memang sudah banyak penelitian tentang konsep Waste to Energy (WTE) di Indonesia, tapi implementasinya untuk menggantikan sistem landfill pada TPA juga tidak kunjung dibakukan.

Tahukah Anda, Singapura sudah memprioritaskan sistem konversi waste to energy sejak 1979, dan tingkat daur ulang mereka cukup tinggi, yaitu 34%. Singapura sebelumnya melaporkan kepada Eunomia bahwa mereka berhasil  melakukan recycle rates hingga 61%. 

Namun setelah diperiksa ulang, terdapat parameter yang harus disesuaikan Eunomia, sehingga nilai recycle rates menjadi turun, demikian juga dengan negara lainnya. Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan, menjadi negara Asia yang masuk 10 besar bersama negara Eropa lainnya dalam hal pencapaian recycle rate.

 Semakin tinggi recycle rates, semakin nihil sampah yang terbuang secara bebas ke alam, alias zero waste. Wales cukup ambisius dengan menargetkan zero waste pada 2050, sedangkan Uni Eropa menargetkan recycle rates diatas 65% pada 2030.

Poinnya adalah, tetangga kecil kita disebelah ini sudah melakukan pencapaian hebat, lho. Bahkan, menurut Singapore National Environment Agency, hanya 3% saja  sampah yang dibuang secara landfill karena secara kategori tidak bisa masuk dalam sistem insinerasi mereka.

Indonesia bukannya tidak ada niatan untuk menjadi lebih terdepan dalam urusan sampah. Indonesia juga sudah berjanji akan mengurangi sampah plastiknya hingga 70% pada tahun 2025. Sebagai contoh, Gubernur Ridwan Kamil sudah merencanakan kerjasama dengan perusahaan Plastik Energy asal Inggris yang mengolah sampah plastik menjadi biodiesel. Atau banyak bukti lain yang diberikan komunitas-komunitas yang serius menggarap daur ulang plastik. Sambil menunggu pemerintah kita bergerak, kita sendiri sebagai masyarakat juga harus sudah mulai mengambil langkah untuk terlibat, walaupun dalam hal sederhana.

Yang paling pertama, sebelum mengolah, pastikan kita sudah memilah sampah kita. Belajar membiasakan diri untuk memilah sampah. Eit, bukan dipilah terus untuk dibuang loh ya. Tapi dipilah untuk diolah sendiri. Sehingga lama-kelamaan tidak ada sampah yang kita buang sama sekali ke TPA atau TPS.

Saran saya, untuk mempermudah, silahkan saja Anda membiasakan untuk memilah menjadi dua jenis sampah saja. Yaitu organik dan non organik. Yap, 2 saja dulu. 2 jenis saja kita sudah malas apalagi banyak. Bagaimana cara-cara praktis untuk mengolah

Mengolah Sampah Organik

Apa yang disebut dengan sampah organik? Sampah organik adalah sampah yang bisa dengan mudah diurai melalui proses alamiah. Contohnya sisa makanan, daun-daun kering, ampas kopi, ampas daun teh, kulit telur, kulit buah, potongan kulit kayu, air bekas cucian beras, hingga kotoran hewan peliharaan. Cara untuk mengolah sampah organik sudah banyak diulas di internet, mulai dari biopori hingga kompos.

Namun, saat dirumah, tentunya kita tidak mau direpotkan dengan pengolahan sampah secara mandiri ini kan. Maka dari itu, inilah cara yang paling sederhana untuk membuat pupuk dirumah yaitu dengan menumpuk sampah organik dengan tanah, dan membiarkannya selama 3 minggu. Berikut detailnya.

1.       Membuat biopori atau kompos

Lubang biopori adalah solusi yang tepat untuk rumah-rumah di daerah perkotaan yang memiliki lahan sempit. Diameter lubang cukup dibuat 10 hingga 15 cm dengna kedalaman 1 meter. Jika Anda ingin sampah-sampah dapur Anda memiliki tempat buangan yang kontinu, maka buatlah 3 hingga 5 lubang biopori di halaman. Jadi, Anda tidak perlu khawatir sampah dapur menumpuk akibat kehabisan lubang untuk menimbun sampah.

pupuk kompos


Setelah lubang biopori siap, masukkan tanah, sirami dengan air agar basah, kemudian masukkan sampah organic yang sudah kita kumpulkan. Sebaiknya sampah2 organik tersebut dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil agar lebih mudah untuk teruraikan. Setelah itu, tambahkan bakteri EM4 yang biasa dijual di toko-toko pertanian di kota Anda untuk memperkuat bakteri pengurai. Tumpuk kembali dengan tanah, dan diamkan.

Untuk kompos, yang membedakan dengan biopori hanyalah wadahnya saja.  Bisa mengunakan tong besar yang susunannya sama dengan ketika kita membuat pupuk dari lubang biopori, yaitu tanah, bahan organic, kemudian ditutup tanah kembali, dan dibiarkan selama 3 minggu. Pastikan tidak terganggu oleh sinar matahari dan hewan-hewan seperti kucing atau peliharaan Anda yang lainnya. Pupuk kompos yang baik itu tidak akan berbau.

2.       Membuat Pupuk Cair

Pupuk cair dibuat dari bahan yang sama dengan kompos. Bedanya, porsi air pada proses pembuatan pupuk cair jauh lebih banyak dibandingkan proses kompos. Siapkan wadah yang besar untuk menampung, atau kira-kira seukuran drum kapasitas 200 liter.


Pertama-tama siapkan larutan EM4 dengan air secukupnya, tambahkan gula untuk mengaktifkan mikroba dan diamkan selama 20 menit. Masukkan kotoran hewan kedalam tong, kemudian sampah-sampah organik yang  sudah kita potong-potong ke ukuran yang lebih kecil kita masukkan. Tambahkan larutan EM4 yang sudah kita buat tadi, kemudian air rendaman beras, atau bahan cair lainnya jika ada. Terakhir, tambahkan air sejumlah 30% dari total keseluruhan volume. Tutup rapat-rapat, kemudian buatlah lubang yang berguna untuk jalur selang keluar yang akan dihubungkan ke botol berisi air, seperti ilustrasi dibawah. Tunggu hingga 2 minggu, dan pupuk cair akan siap dipakai. Tanda dari pupuk cair sudah matang, adalah baunya seperti fermentasi tape.

3.       Memberi makan binatang peliharaan dengan makanan sisa. Makanan sisa yang kita miliki di rumah selain dibuat pupuk, bisa juga kita berikan kepada binatang peliharaan kita untuk menghindari limbah rumah tangga.


Mengolah Sampah Plastik

Pada sub bagian ini saya langsung merujuk pada sampah plastik, karena yang dibahas khusus sampah plastik. Untuk pengolahan jenis sampah anorganik lainnya, akan dibahas pada artikel terpisah. Bicara sampah plastik, banyak sekali ide yang bisa Anda lakukan terhadap sampah jenis ini. Yang paling utama, jelas yaitu mulai belajar memilah. Tidak ada keahlian yang dibutuhkan untuk memilah sampah. Murni hanya NIAT saja.

Setelah memilah, tentukan pengolahan yang ingin Anda lakukan, atau Anda hanya ingin untuk mengantarnya ke Bank Sampah tanpa harus pusing-pusing memikirkan pengolahannya seperti apa. Dengan membawanya ke Bank Sampah, tentu Anda akan mendapatkan uang tunai dari pengepul sampah. Harga sampah plastik bekas yang ditawarkan per kg nya juga lumayan, yaitu sekitar Rp 4.300 – 5.000. Tapi Anda kehilangan kesempatan untuk mengubah sampah plastik Anda menjadi barang yang memiliki nilai tambah.

Lagipula, bukan mengecilkan fungsinya, Bank Sampah cenderung akan menolak sampah-sampah plastik kecil, sampah plastik yang mengandung aluminium, sachet minuman, atau bungkus biskuit. Bank Sampah akan lebih memprioritaskan botol plastik dan gelas plastik. Hal ini wajar, karena mereka juga memiliki manpower yang terbatas untuk melakukan penyortiran kembali atas sampah yang kita setor kesana. Lalu bagaimana dengan sampah-sampah plastik kita yang kecil?
Ada beberapa cara untuk tetap mengakomodir sampah plastik Anda yang berukuran kecil yaitu dengan membuat karya seni, atau memadatkannya kedalam botol untuk dijadikan ecobrick. Berikut beberapa cara untuk mengolah sampah plastik di sekitar kita.

1.       Mengumpulkan dan menyetor ke bank sampah

Cara ini adalah cara yang paling mudah untuk menyelamatkan lingkungan dari sampah plastik. Tinggal menyetor kepada pengepul, dan pengepul yang akan melakukan pengolahan selanjutnya, yaitu pencacahan, injection moulding, dan pencetakan plastik.

2.       Menggunakan Mesin Pencacah Plastik

Jika Anda tidak memiliki modal untuk membeli mesin pencacah plastik, maka mulailah kumpulkan uang yang Anda hasilkan dari penjualan botol plastik bekas. Harga mesin pencacah skala rumahan dengan kapasitas produksi 50 per kg yaitu sekitar 14 juta rupiah. Jika bekerja seharian, misalnya 8 jam sehari, maka produksi yang akan dihasilkan yaitu sekitar  400 kg. dalam 5 hari kerja seminggu, maka akan didapatkan 2000 kg hasil cacahan plastik. Harga cacahan plastik, itu berkisar dari Rp 8.000 hingga 12.000. Sedangkan harga beli sampah botol plastik yaitu sekitar Rp 4.300 hingga 5.000.


Anggap saja omset paling kecil sekitar Rp 3.700. Maka dalam kurun waktu sebulan, produksi yang dihasilkan sekitar 8000 kg, dan akan didapatkan omset sebesar Rp 29.600.000. Tentu saja itu masih asumsi, dan belum dikurangi biaya operasional seperti listrik dan karyawan. Listrik saja sudah pasti akan memakan biaya yang lumayan jika Anda menggunakan mesin pencacah motor listrik.

Biasanya mesin dengan kapasitas 50 kg menyedot daya 5000 hingga 7500 watt. Sedangkan harga Tarif Dasar Listrik kita asumsikan saja Rp 1.500 per Kwh. Maka, biaya operasional untuk listrik per bulannya = (7,5 x 8) x 20 x 1500 = Rp 1.800.000. Anggap saja sekitar 2 juta rupiah untuk listrik. Untuk karyawan, misal 3 orang, dengan upah per bulan 1 juta rupiah.



Kemudian mobilization cost untuk pengiriman hasil plastik cacahan, kira-kira Rp 8.700.000 per bulannya Maka total biaya operasional yaitu 8 juta rupiah. Sehingga untung bersih yang bisa kita terima sebesar Rp 13.100.000. Ini baru dengan asumsi untung terendah Rp 3.700 ya, belum kalau ternyata harganya lebih tinggi daripada itu.


Sebenarnya bisnis plastik adalah bisnis yang sangat menjanjikan. Disamping itu, kita juga akan memiliki kepuasan tersendiri karena berhasil berkontribusi lebih pada lingkungan. Kemungkinan bisnis kita untuk disorot media-media mainstream juga akan terbuka lebar.

3.       Membeli mesin injection moulding

Setelah bisnis pencacahan plastik berjalan lancar, seharusnya Anda mulai melirik kemungkinan yang lain, yaitu menjadikan produk jadi berbahan dasar plastik daur ulang. Jelas-jelas untung yang didapatkan akan berlipat ganda. Modal yang perlu kita tambahkan yaitu mesin injection moulding, dan cetakan-cetakannya. Juga dibutuhkan marketing yang kuat untuk dapat memasarkan produk-produk jadi ini. Misal, terminal listrik, kursi berbahan plastik, wadah-wadah perkakas, dan masih banyak lagi produk jadi lainnya. Tentu saja ada nilai jual yang lebih dibanding produk plastik dikelasnya, karena Anda bisa mengedepankan tagline plastik daur ulang pada setiap kegiatan promosinya.

Blueprint mesin-mesin ini bisa Anda dapatkan dengan lengkap di preciousplastic.com, disana terdapat lengkap petunjuk pembuatan mesin-mesin produksi hingga menjadi produk plastik yang bernilai jual tinggi.


4.       Membuat ecobrick dan karya seni dari plastik

Sampah-sampah bungkus kopi, sachet sampo, bungkus plastik yang kecil-kecil lainnya tetap bisa menjadi produk yang berguna. Caranya bagaimana? Caranya yaitu dengan memasukkannya kedalam botol-botol plastik bekas yang kita miliki hingga padat sekali. Inilah yang dinamakan dengan ecobrick. Ecobrick dapat kita manfaatkan untuk membentuk bangunan-bangunan sederhana dengan bantuan semen. Ecobrick juga merupakan komunitas yang didirikan untuk menanggulangi masalah plastik. Silahkan bergabung dengan komunitasnya, dan dapatkan info-info inspiratif yang akan menuntun Anda dalam memulai perjalanan daur ulang plastik Anda.



Selain itu, jika Anda memiliki jiwa seni yang kuat, silahkan memulai untuk membuat karya seni dari bungkus-bungkus plastik tersebut. Menjadi lukisan misalnya, atau menjadi kolase, yang bernilai jual tinggi. Pamerkan hasil karya Anda pada platform media sosial seperti Instagram atau Facebook untuk mendapatkan perhatian dari pegiat seni dan lingkungan lainnya.

Semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita, yang sebenarnya risih dengan lingkungan yang kotor namun bingung harus memulai kontribusi darimana. Tentunya kita tidak ingin kejadian 21 Februari di Leuwigajah terulang lagi. Ratusan orang meninggal sia-sia karena ulah manusia sendiri. Alam selalu hanya akan mencari titik seimbangnya, maka sebisa mungkin kita sebagai manusia jangan mengganggunya. Sudah saatnya masyarakat Indonesia melek, peduli terhadap sampah, dan mulai mengolah sampah sejak dari rumah.

Belum ada Komentar untuk "Penghasilan Sampingan 13 Juta Per Bulan Dengan Mengolah Sampah Dari Rumah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel