Review : Warung Bejana Nusa Dua Bali


Sewaktu ke Bali, saya sempat mengunjungi salah satu restoran yang direkomendasikan oleh tour guide kami. Namanya saja warung, tapi sebenarnya sekelas resto. Warung Bejana di Nusa Dua katanya. Kami tidak terlalu cerewet waktu itu karena suasana perut yang sudah tidak mendukung, dan butuh segera diisi setelah kami bermain watersports di Tanjung Benoa. Setelah menimbang-nimbang, ya sudah, kami menurut saran dari tour guide kami.

Warung Bejana tidak jauh dari area Tanjung Benoa, maksimal hanya sekitar 13 menit saja berkendara menggunakan mobil. Memang cocok sih untuk kepentingan kami yang buru-buru minta makan karena kelaparan. Lokasi tepatnya, berada di jalan Pratama Raya, daerah Nusa Dua. Restoran ini juga cukup proper untuk makan dengan keluarga besar atau beramai-ramai dengan kolega, karena luas lahan Warung Bejana cukup lapang. Area parkirnya juga cukup luas untuk menampung sekitar 15-20 mobil. 

Design bagian depan Warung Bejana mirip bangunan tradisional Jawa, seperti Joglo, namun bagian belakangnya tersedia tempat yang lebih kearah restoran modern. Menurut saya lebih nyaman di bagian depan restoran karena suasananya lebih cozy dibanding di belakang restoran yang ambience nya biasa saja. Bagian depan juga sekaligus sebagai smoking area karena berada di ruang terbuka, jadi akhirnya kami memilih dibelakang saja. Saya juga kurang tahu mengapa design pemisahan smoking dan non smoking dibuat berbeda seperti itu. Padahal yang di non smoking juga ingin menikmati suasana tradisional seperti yang di smoking area.






Begitu saya membuka daftar menu, saya sudah memprediksi kalau pricelist nya agak lumayan. Mengingat lokasi restoran ini berada di Nusa Dua yang memang sudah masuk ke area premiumnya Bali. Silahkan cek pricelist Warung Bejana dibawah ini.


Setelah membolak-balik menu, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada Nasi Campur Bali karena saya lihat di foto menu juga cukup menarik. Oh ya, untuk minuman saya memilih Orange Juice untuk melegakan tenggorokan yang kering setelah bermain dibawah terik matahari. Impressions pada menu sukses melakukan tugasnya. Sudah seharusnya menu yang baik bisa memberikan gambaran bagi pengunjung untuk memilih. Tinggal kita lihat saja apakah yang datang sesuai dengan yang ditampilkan di gambar.

Sekitar 5 menit kemudian datang minuman terlebih dahulu untuk kami semua, disusul dengan main course pada 5 menit berikutnya. Overall, untuk service sangat memuaskan. Dan makanan saya yang datang pun juga sesuai ekspektasi. Aslinya semenarik gambarnya, jadi saya makin bersemangat untuk mencobanya.

Untuk rasa Nasi Campur Bali nya saya bisa bilang 8  out of 10. Kaya rempah, dan sate lilitnya juara. Memakai tusuk batang sereh membuatnya semakin unik dan menambah citarasanya. Lauk ayam karenya juga kaya bumbu. Sayang, saya merasa dagingnya sedikit keras. Sayur urap dan sambal cuminya juga enak. Lauk-lauk yang tersedia dalam piring Nasi Campur Bali khas Warung Bejana itu nampaknya tidak dibuat hanya untuk sekedar pemanis tampilan saja, tapi masing-masing punya kelezatannya sendiri. Sering kan, menemukan nasi campur bali yang enaknya cuma ada di lauk-lauk tertentu saja. Lauk lainnya hanya pemanis tampilan saja. Dari sekian nasi campur bali yang pernah saya makan, ini salah satu yang terbaik. Tidak sampai 10 menit seluruh isi nasi campur itu sudah pindah ke dalam perut saya yang lapar. Rasa orange juice nya juga tidak mengecewakan. Segar dan manisnya pas tidak membuat tenggorokan saya menolak ketika mengalir melewatinya. 

Warung Bejana worth to try sih, harga dan kualitas makanan minuman cukup sebanding. Semoga bisa menambah referensi kita kalau sedang di Bali.


Belum ada Komentar untuk "Review : Warung Bejana Nusa Dua Bali"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel