Cara Membangun Artikel Yang Berkualitas

Photo by Kat Stokes on Unsplash

Sejauh pengalaman kita membaca atau berselancar di dunia maya, pasti kita pernah membaca artikel yang terasa hambar. Artikel yang sejak dari awal paragrafnya cuma dibuat untuk memenuhi syarat jumlah kata-kata saja, maknanya kosong dan tidak making sense sama sekali. Kalimat yang disusun juga hanya berbelit-belit untuk menyampaikan maksud yang itu-itu saja. 
          
Memang seperti itu kebanyakan artikel pada blog yang dibuat untuk sekadar menambah jumlah post. Benar sih artikel-artikel tersebut ada poinnya dan ada manfaatnya. Tapi  ketika kita browsing, pasti kita tidak mau berlama-lama membaca deretan kata yang tidak menarik itu dan langsung mencari informasi yang kita butuhkan disana.

Mengapa menggunakan kata membangun pada judul yang saya tulis diatas? Karena memperlakukan artikel memang tepat digambarkan seperti sedang mendirikan sebuah bangunan. Membangun berarti satu rangkaian proses yang memiliki tahapan dan diawali dari peletakan dasar. Dasar ini menjadi penting karena keseluruhan pembahasan berdiri diatasnya. 

Lalu pada saat seperti apa artikel dapat dikatakan berkualitas? Bagi saya, suatu artikel dapat dikatakan berkualitas jika mampu mendorong atau membangkitkan rasa ingin terus membaca. Jika demikian, artikel tersebut pasti sangat relate dengan apa yang dibutuhkan oleh pembaca. Bagaimana cara membangun artikel yang berkualitas?

Mengapa menulis topik ini?

Selalu pertanyakan hal ini sebelum menuangkan ide-ide selanjutnya dalam artikel yang akan kita tulis. Pastikan kalau kita sudah punya jawaban yang kuat atas “mengapa” yang sangat penting ini. Mengapa ini sangat penting? Mengapa saya harus tulis topik ini untuk pembaca saya? Jawaban mendasar dari pertanyaan tersebut akan menjadi bahan bakar untuk kelanjutan ide kita yang akan kita bangun diatasnya.

Inilah peletakan pondasi yang saya maksudkan. Tanpa dasar yang jelas, kita akan sulit untuk mengembangkan tulisan dan menjangkau banyak ide masuk ke dalam tulisan kita.

Kadang kita sulit untuk menebak kapan ide bisa muncul di kepala kita. Ada saatnya sisi kreatif datang, ada saatnya sisi bosan yang lebih menguasai. Selalu siap untuk catat ide apapun yang terlintas di pikiran kita, karena itu adalah saat-saat yang berharga bagi seorang penulis. Jika kita paksa untuk lewatkan dan berharap akan ingat lagi nanti, itu sulit. Potongan ide-ide yang muncul dalam pikiran kita sehari-hari ini suatu saat akan berguna dan bisa kita sambungkan untuk menjadi satu cerita yang utuh.

Seperti melakukan aktifitas lainnya dalam hidup, kita selalu butuh alasan yang kuat dibaliknya, bukan?  Kalau kita tidak punya alasan kuat untuk memulai suatu aktifitas, maka kemungkinan besar yang akan terjadi selanjutnya adalah muncul distraksi-distraksi yang membuat kita tidak konsisten menjalaninya.

Bagaimana saya bisa membantu pembaca?

Jangan pernah berpikir bahwa menulis itu adalah tentang mengekspresikan diri kita secara total kepada dunia. Kecuali, Anda itu seorang Bill Gates atau Elon Musk, maka itu tidak menjadi masalah, karena apapun yang Anda ekspresikan dalam sebuah tulisan pasti orang akan sangat tertarik untuk membaca. 

Tapi jika Anda orang biasa yang tak terlalu terkenal, jangan terlalu percaya diri untuk mengumbar kisah Anda untuk dijadikan bahan tulisan. Karena kita bukan berbicara tentang diri sendiri, tapi tentang bagaimana bisa memberikan manfaat bagi pembaca.

Tenggelamkan diri dalam isu-isu terkini yang sedang hangat dibahas dan cari tahu bagaimana orang lain berpendapat tentang itu. Saya lebih menyarankan untuk membaca timeline Twitter untuk hal ini karena pengguna Twitter lebih jujur dalam menyampaikan pendapat mereka. 

Kemudian Quora, berlama-lama disana dapat membuat kita banyak mendapat referensi tentang apa yang ingin orang ketahui dan tanyakan.Jika kita ingin mendapatkan sejumlah uang dari menulis, jangan jadikan nafsu untuk mengejar uang itu sebagai energi kita untuk menulis. 

Saya jamin, kualitas dan keindahan tulisan dari penulis yang benar-benar punya cinta untuk pembacanya, jauh lebih tinggi dibandingkan tulisan yang hanya dibuat untuk mendatangkan adsense saja. 

Aturan ini berlaku untuk semua kok, bukan hanya tentang menulis saja. Semakin uang dikejar, semakin ia lari. Semakin kita punya nilai, semakin uang mendekat pada kita.

Bagaimana cara membuat tulisan kita SEO friendly?

Salah satu cara untuk membangun artikel berkualitas adalah dengan MENGABAIKAN SAJA SEO terlebih dahulu. Betul, saya serius soal ini. Lupakan saja semua yang Anda ingin ketahui tentang SEO.

Memuaskan SEO, berarti membuat tulisan kita memenuhi kriteria algoritma Google. Sementara tulisan yang kita buat, pembacanya adalah manusia dan kita berusaha untuk bisa memberikan manfaat bagi manusia. SEO hanya membuat kita kaku dalam menuangkan ide.

Tidak terasa, kita akan banyak memaksakan kalimat disana sini hanya untuk memuaskan nafsu SEO. Ini salah satu sebab yang membuat tulisan kita tidak alami dan menyenangkan ketika dibaca. Harus selalu kita camkan, bahwa yang paling penting dari sebuah tulisan adalah isinya. Kedalaman isi dan manfaatnya adalah tujuan akhir yang harus kita kejar dibanding dengan SEO

SEO bukan tidak penting, tetapi jika kita ingin benar-benar membangun artikel yang berkualitas, maka kita harus kesampingkan terlebih dahulu SEO. Semua Internet Marketer tahu bahwa SEO sangat berpengaruh dalam meningkatkan traffic. Tapi apakah SEO adalah jalan satu-satunya untuk mendulang traffic?

Jelas tidak, saya percaya konten lebih patut diperjuangkan daripada hanya sekedar SEO. Memang jalan menuju page one akan terasa lebih sulit jika kita tidak mengutamakan SEO. Tapi ya, biarlah demikian. Bukankah semua hasil yang baik wajib melewati proses?  Biarkan deretan kalimat kita terangkai dengan rapi, baru jika memungkinkan, kita sesuaikan dengan SEO thing itu
               
Memiliki waktu tenang paling tidak satu sampai dua jam sehari itu bisa harnessing ide-ide disekitar kepala kita lho. Waktu kita perjalanan berangkat kerja, waktu kita berada di toilet, waktu kita sedang mandi, bisa menjadi saat-saat dimana kran ide mengalir lancar.

Tapi yang jelas, kita yang harus aktif menyediakan waktu tenang setiap hari untuk sekadar merenungkan apa yang kita lakukan kemarin, kejadian disekitar kita, interaksi-interaksi sosial dan apapun yang merangsang kita untuk menerima ide-ide menulis.

Menulis bagi sebagian orang memang menyenangkan. Kita bisa menggambarkan kepada orang lain apa yang ada di dalam pikiran kita melalui kata-kata yang bermakna. Jadi, walaupun tulisan saya juga jauh dari kata bagus, setidaknya saya membagikan apa yang saya pahami tentang menulis. Mari berjuang untuk menggapai kesempurnaan dalam setiap tulisan kita!

Belum ada Komentar untuk "Cara Membangun Artikel Yang Berkualitas"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel