Subordinat Anda Bermasalah? Ini Tips Mengatasinya


Di dalam sebuah organisasi yang bernama perusahaan, pasti terdiri dari berbagai jenis manusia yang berbeda-beda. Walaupun mereka disatukan oleh yang namanya nilai inti perusahaan, atau disatukan oleh kriteria rekruitmen, tetap saja karakter dasar tidak bisa dipungkiri berbeda. Diantara sekian banyak manusia, pasti ada gesekan-gesekan yang membuat pekerja memiliki reaksi yang tidak diinginkan perusahaan, baik faktor dari internal perusahaan maupun eksternal.

Misal, karena istrinya hamil tua, seorang karyawan mengalami penurunan performa di dalam pencapaian KPI posisinya. Atau, karena berselisih paham dengan atasan, seorang karyawan mulai bekerja asal-asalan dengan harapan di mutasi ke departemen lain, atau cabang lain.

Contoh lain, karena jenuh dengan pekerjaan, seorang karyawan memiliki pola bolos kerja yang disengaja setiap bulannya. Ini jelas merupakan kondisi yang sama sekali tidak diinginkan perusahaan. Nah, mulai dari top hingga mid level management mempunyai tanggung jawab untuk peka terhadap hal ini, kalau tidak mau unit kerjanya disorot.

Namun, seringkali bagi kita yang baru memasuki dunia kerja, atau bahkan yang sudah lama bekerja pun bingung ketika diperhadapkan dengan permasalahan-permasalahan subordinat. Belum lagi urusan pekerjaan sehari-hari yang cukup menyita tenaga, masih juga harus bertanggung jawab terhadap subordinat yang dipimpin.

Bisa dikatakan, ini hal yang tidak mungkin terhindari sebagai seorang pemimpin. Pemimpin yang baik, bukan hanya mampu command & control saja, tapi juga menjadi coach seutuhnya yang mau mendengarkan tim, dan mendorong menjadi seluruhnya lebih baik. Masalah yang timbul dalam diri subordinat kita jelas sangat bervariasi, namun berikut saya coba sederhanakan, agar kita bisa menempatkan treatment yang tepat untuk setiap kondisi yang ada. Hal-hal seperti ini sama sekali tidak dipelajari di sekolah dan perguruan tinggi, namun menjadi kenyataan yang harus kita hadapi di dalam dunia kerja

Subordinat Yang Lebih Tua Dan Berpengalaman

Tipe ini jelas adalah kelompok yang paling sulit untuk dikendalikan. Namun, tentu saja bisa jika kita mau memahami kuncinya. Sebagaimana sifat mendasar orang yang lebih tua, apalagi berpengalaman, adalah tidak ingin digurui walaupun itu dengan atasannya. Bahkan kenyataannya, sering juga masukan-masukan mereka lebih make sense dibandingkan dengan solusi-solusi yang kita tawarkan kepada tim.

Tidak perlu stress menghadapi kondisi ini, justru malah harusnya kita senang, tugas kita diringankan oleh mereka-mereka ini! Kita tidak perlu terlalu mendetail dalam memberikan instruksi, kita banyak dibantu dengan pemikiran-pemikiran mereka yang antisipatif, kritik-kritik yang dilancarkan juga pasti banyak dan membuat kita mudah untuk melihat dari banyak sisi. Satu saja tugas utama kita yaitu sabar! Jangan pernah mendikte mereka secara mendetail seperti kita memberikan instruksi pada anak baru lulus kuliah.

Beri mereka kepercayaan untuk mengeksplorasi lebih jauh terkait pekerjaan, sharingkan visi-visi yang perusahaan ingin capai, dan tantang mereka untuk memberikan inovasi-inovasinya. Tipe ini dengan sangat senang hati akan mengeluarkan isi kepalanya. Beri juga sedikit privilege lebih dibanding subordinat lainnya, jangan berlebihan, agar dia merasa dihargai. Karena sebenarnya tipe ini pun dihargai oleh peers mereka yang lebih tidak berpengalaman.

Contoh, karena sudah cukup lincah mengerjakan suatu tugas, maka karyawan A bisa anda izinkan ketika meminta pulang lebih cepat, tapi tetap harus memberikan alasan-alasan yang bisa diterima. Kritik dari tipe ini juga mungkin akan sangat tajam dan pedas. Dan mungkin akan merendahkan anda sebagai seorang pemimpin. Santai saja, tidak perlu mendebat keras,  karena jelas level anda pun lebih tinggi dan sudah dibuktikan dengan anda yang menjadi atasan mereka.

Lama kelamaan, tipe ini akan menjadikan anda sahabat, dan dengan sendirinya akan sungkan jika tidak memberikan perform yang baik untuk anda. Berelasi dengan subordinat jenis ini, akan membuat anda lebih dewasa, lebih bijak memilih mana yang harus dipermasalahkan mana yang bisa kita toleransi

Subordinat Yang Lebih Tua, Namun Kurang Berpengalaman

Menghadapi jenis ini, kalau menurut saya lebih sulit dibandingkan dengan jenis sebelumnya. Subordinat ini selain harus kita hormati, mereka juga biasanya memiliki sensitivitas yang lebih tinggi. Nah, sudah kurang mampu memberikan kontribusi, harus hati-hati pula. Tapi, mereka-mereka ini yang lebih enak untuk di coaching. Lebih mudah untuk diarahkan dan dibentuk sesuai dengan karakter tim yang kita mau.

Tinggal penentunya adalah pola komunikasi kita dengan mereka harus soft. Memiliki muatan mengarahkan, namun dengan bahasa yang tidak terkesan mengarahkan. Misal, kita menginginkan supaya dia bekerja lebih rapi. Maka bisa kita katakan, “wah sudah bagus ini, menurut saya, lebih bagus lagi lho kalau formatnya seperti ini, bapak akan lebih mudah..” dan seterusnya.

Subordinat Yang Lebih Muda

Dari semua jenis subordinat, ini yang paling mudah. Karena kita hampir bisa menggunakan semua model komunikasi yang ada. Mau tunjukkan senioritas, mau agak kasar, mau bentak-bentak juga bisa. Hati-hati terhadap subordinat muda yang kritis dan punya potensi. Mereka akan sangat mudah mengeluarkan statement yang tak terduga, yang membuat anda sendiri deg-degan mau menjawab apa. Mereka juga dengan sangat mudah mengimitasi apa yang kita teladankan kepada mereka. Mereka lebih penurut, lebih sering mengiyakan yang kita katakan. Tapi ingat, masa depan perusahaan bisa jadi di tangan mereka, jadi pastikan bahwa apa yang kita berikan kepada mereka adalah hal yang baik.

Semua interaksi ini harus didasarkan pada personal contact yang rutin. Sesuai dengan namanya, personal contact adalah interaksi kita diluar interaksi pekerjaan sehari-hari. Jadi kita sebagai atasan harus menyediakan waktu untuk memberikan konseling pribadi per pribadi untuk mengetahui perkembangan mereka. Kira-kira demikian poin penting terkait mengelola subordinat di kantor, sampai jumpa di pembahasan lainnya ya.

Belum ada Komentar untuk "Subordinat Anda Bermasalah? Ini Tips Mengatasinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel