Anda Sudah Mulai Merasa Jenuh Bekerja? Kenali Faktornya


Bagi seorang karyawan, gairah bekerja adalah bahan bakar yang sangat diperlukan untuk melakukan setiap pekerjaan dengan baik dan maksimal. Firstjobber dan karyawan yang sudah memasuki tahun ke 5 sudah jelas berbeda tingkat kejenuhannya di dalam menghadapi dunia kerja.

Sudah pasti semakin banyak tahun kita bekerja, semakin tinggi pula tingkat jenuhnya, dan semakin tinggi pula keberanian kita untuk mengabaikan sesuatu tentang pekerjaan kita.

Ini belum berbicara soal pressure kerja ya. Dulu, awal-awal pertama kali bekerja, masuk kerja selalu 15 menit sebelum jam kerja dimulai. Sarapan tidak pernah ketinggalan agar mampu berkonsentrasi dengan baik saat bekerja.  Memasuki tahun kedua? Hmm. Rugi kalau tidak masuk pas sesuai dengan jam kerja yang ditentukan. Atau lebih-lebih sedikit barang 5 sampai 10 menit boleh lah.

Semakin lama bekerja, kemampuan adaptasi kita terhadap lingkungan pekerjaan juga semakin meningkat. Mulai muncul berbagai toleransi-toleransi yang tidak tahu juga dari mana asalnya, karena merasa sudah “senior”. Toleransi-toleransi yang kita berikan kepada diri kita ini seringkali berupa ketidaktaatan pada peraturan yang awalnya, kita takuti. Kembali ke awal, kejenuhan adalah jawabannya.


Kejenuhan dalam bekerja disebabkan oleh banyak faktor yang sebenarnya jarang kita sadari. Penyebab-penyebab ini jika kita abaikan, akan memunculkan tindakan-tindakan indisipliner kecil yang kurang baik bagi integritas kita sebagai karyawan. Ketahui penyebab-penyebab kejenuhan kita, dan temukan cara mengatasinya, atau, memang sudah saat nya kita resign dari pekerjaan kita. Simak fakta-fakta yang coba saya rangkum berikut ini.


BACA JUGA : Cara Menghadapi Boss Yang Bossy

Merasa Kurang Apresiasi Oleh Atasan Atau Lingkungan Kerja

Kadang bukan baper lho, kita sudah berusaha berpikiran positif dan dewasa untuk menanggapi setiap interaksi dengan lingkungan kerja kita. Tapi memang lingkungan kerja atau atasan kita secara terang-terangan tidak mengapresiasi apapun yang kita kerjakan.

Kalau sudah begini, bagaimana rasanya? Saya yakin pasti jengkel, marah, dan ingin berontak. Efeknya, jika kita sudah mempunyai pilihan untuk keluar, pasti kita akan keluar. Lalu bagaimana jika kita belum mempunyai pilihan untuk keluar dari pekerjaan kita? Pastinya sabar adalah kunci utama.

Setelah sabar? Coba renungkan, apa yang sebenarnya kita inginkan untuk merasa diapresiasi? Apakah itu sebuah promosi? Apakah itu hanya sebuah pujian atas pekerjaan yang kita butuhkan? Atau kenaikan gaji? Coba lebih spesifik, apa sebenarnya yang kita ingin dapatkan. Setelah kita mendapatkan jawaban dari diri kita sendiri, cocokkan dengan apa yang sudah kita berikan kepada perusahaan.

Kemudian evaluasi lagi, pekerjaan kita (yang menurut kita berkualitas itu) lebih cocok diapresiasi dengan reward yang mana? Dengan cara ini kita akan lebih jujur dalam mengevaluasi diri sendiri. Bisa saja, memang karena pencapaian kita yaa juga biasa-biasa saja. Jadi, memang wajar toh kalau tidak ada apresiasi kepada kita.

Beban Pekerjaan Terlalu Tinggi

Apakah benar-benar beban pekerjaan kita memang tinggi? Yakin bukan karena kita yang menerima semua tugas-tugas yang sebenarnya bisa dikerjakan orang lain? Bagaimana dengan manajemen waktu kita? Jangan-jangan kita lebih sering membuka sosial media dan melakukan hal yang tidak produktif setiap 1 jam kita bekerja. Jangan-jangan meeting kita itu hanya 30 menit, namun ditambah dengan chit-chat setelah meeting membahas rencana liburan dengan rekan kita, waktu yang terpakai jadi 60 menit.

Lalu penyusunan task priorities apakah sudah benar? Jangan-jangan kita sudah drained mengerjakan hal-hal yang tidak penting dan tidak mendesak.

Kita orang yang perfeksionis? Jangan pikir perfeksionis itu keren. Berusaha lakukan semuanya dengan sebaik mungkin, tapi jika ada yang meleset, belajar merelakan dan evaluasi. Sikap perfeksionis itu melelahkan dan tidak jarang juga membuat pikiran kita stress untuk hal-hal cacat yang tidak bisa kembalikan lagi. Evaluasi saja, jadikan pelajaran.


BACA JUGASubordinat Anda Bermasalah? Coba Lakukan Ini


Saya Diperlakukan Tidak Adil

Ini mirip-mirip dengan merasa tidak dianggap dan tidak diapresiasi. Bedanya, kali ini memang ada hal-hal tertentu yang kita bisa atau tidak bisa dapatkan. Apakah ada rekan kerja yang setara dengan kita boleh mendapat fasilitas tertentu sedangkan kita tidak? Apakah kontribusi rekan kita diakui sedangkan kita tidak? Jika sudah mengalami hal ini, satu-satunya cara untuk menangani adalah mulai bicara dengan atasan kita.

Karena memang ada orang-orang tertentu yang kurang peka dengan sekitar mereka, dan baru akan terbuka pemikirannya setelah ada yang menegur secara langsung. Cobalah untuk berbicara langsung dan ungkapkan semua yang anda rasakan. Minta saja apa yang anda inginkan, misal diakui kontribusinya dalam suatu pekerjaan atau diberikan waktu untuk memberikan presentasi singkat.

Nilai-nilai Saya Tidak Sejalan Dengan Nilai Perusahaan

Jika kita memegang suatu nilai hidup atau prinsip dengan begitu kuat, dan ternyata perusahaan tempat kita bekerja tidak sejalan dengan kita, gairah kita untuk memberikan yang terbaik pada pekerjaan kita bisa saja langsung turun atau bahkan hilang.

Nah, jika kita mengalami penyebab jenuh yang seperti ini, kita pikirkan ulang, seberapa penting sih nilai yang kita pegang ini sejalan dengan nilai yang dipegang perusahaan? Apakah ini hal yang benar-benar tidak bisa ditoleransi? Perhatikan dengan baik, bagaimana atasan kita, tim kita mengambil keputusan dan motivasi mendalam yang mendasari keputusan itu.

Apakah memungkinkan untuk diubah? Jika ya, maka sudah saatnya bagi kita untuk mulai speak up. Jika sudah dirasa tidak memungkinkan untuk mempengaruhi perusahaan dengan nilai yang menurut kita baik, itu artinya kita harus mencari pilihan pekerjaan lain yang lebih sesuai dengan nilai-nilai yang kita pegang.

Kejenuhan kerja yang dialami karyawan, jauh berbeda dengan hanya sekedar lelah. Lelah itu terbatas pada fisik saja.  Sedangkan jenuh itu bisa disebabkan oleh hal-hal yang sangat kompleks dan harus di urai satu persatu.  

Pilihan ini harus kita jalani, apalagi jika kita masih membutuhkan karir kita dan tidak mempunyai pilihan lain. Siapa tahu, jika kita telusuri penyebabnya, gairah kerja kita kembali, dan bisa berkontribusi maksimal bagi perusahaan. Sampai jumpa di pembahasan lainnya ya.

Belum ada Komentar untuk "Anda Sudah Mulai Merasa Jenuh Bekerja? Kenali Faktornya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel