Sudah Resmi! Ahok Sah Ditunjuk Menjadi Komisaris Utama Pertamina Oleh Presiden Jokowi


Menteri BUMN Erick Thohir resmi mengumumkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditunjuk Presiden Jokowi selaku Ketua Tim Penilai Akhir, sebagai Komisaris Utama PT. Pertamina (Persero).  

Setelah polemik penolakan yang berlarut-larut dari serikat pekerja Pertamina, akhirnya keputusan Ahok bergabung ke Pertamina sudah jelas melalui pengukuhan posisinya pada Rapat Umum Pemegang Saham Saham Luar Biasa.

Hari Senin, 25 November 2019 Ahok akan memulai debutnya sebagai pengawas perusahaan energi plat merah ini.

Erick Thohir juga menegaskan bahwa Ahok harus mundur dari keikutsertaannya dengan partai politik apapun karena sudah bergabung menjadi pejabat BUMN. Menurut Erick Thohir, pria kelahiran Manggar ini dirasa pas dalam menjalankan Komisaris Utama karena Pertamina saat ini butuh sosok pendobrak, dan karakter Ahok sangat mewakili ini.

Dia juga menegaskan bahwa banyak hal yang harus dibenahi dalam tubuh Pertamina, terutama kebijakan impor migas serta proses pembangunan kilang-kilang baru. Dia juga menegaskan kepada serikat pekerja Pertamina untuk tidak membawa-bawa perihal politik kedalam pekerjaan. Erick mengajak semua untuk melihat secara obyektif kinerja Ahok.

Seperti yang kita tahu, gelombang penolakan oleh serikat pekerja Pertamina di berbagai tempat berlangsung cukup deras beberapa waktu terakhir. Substansi penolakan mereka terhadap Ahok adalah karena Ahok mantan narapidana, memiliki image pembuat onar, dan dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas perusahaan negara yang strategis ini. Arie Gumilar, Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang memimpin penolakan ini, kemudian disusul serikat-serikat pekerja Pertamina lainnya di cabang.

Erick Thohir juga dalam waktu dekat akan mengadakan rapat seluruh Dirut dan Komisaris Utama untuk 30 perusahaan BUMN. Supaya di jajaran pimpinan BUMN tidak kebanyakan drama, dan bisa saling sinkron katanya.


Netizen pun di sosial media seperti biasa masih terpolarisasi menyikapi polemik ini, hingga akhirnya keputusan ini diumumkan.

Apa yang dilakukan serikat pekerja Pertamina ini saya rasa masih dalam batas wajar, selama mereka tidak melakukan gelombang perlawanan yang lebih serius. Jujur saja, saya  sampai tidak percaya kalau pegawai perusahaan sekelas Pertamina, sampai membawa substansi yang  jelas-jelas menyentuh ranah politik.

Walaupun secara penyampaian mereka mengaku tidak ada mengait-ngaitkan dengan politik. Kalau bukan politik, lalu mengapa ungkit masalah Ahok pemberang lah, mantan napi, dan menurut mereka tidak akan membawa dampak positif bagi perusahaan.  

Seharusnya, yang ada di pikiran pegawai Pertamina ini levelnya sudah fokus pada bagaimana memberikan excellence service, bukan lagi menyempatkan diri berpolitik. Padahal di kantor swasta saja kita dilarang untuk menunjukkan preferensi politik di lingkungan kantor, kok ini perusahaan yang katanya bonafide malah ada ruang untuk mengungkapkan hal-hal seperti itu.

Mungkin mereka mengingat Ahok terkenal dengan pembawaan yang ceplas-ceplos dalam berbicara, dan kebetulan hanya itu saja yang membekas dalam ingatan mereka. Sikap yang tepat untuk menyikapi hal ini walaupun secara pribadi tidak suka terhadap persona Ahok, sebagai professional harusnya mereka tetap menerima pimpinan yang ditunjuk Presiden.

Tapi ketika sudah menjabat, silahkan dikritisi secara obyektif, serikat pekerja jelas punya power yang cukup untuk hal ini.  Jika dinilai tidak berhasil toh juga akan dipecat oleh Erick Thohir. Jika berhasil, ya jangan dicitrakan tidak berhasil. Mari kita dukung perusahaan BUMN kita, karena mereka juga memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi negara.

Belum ada Komentar untuk "Sudah Resmi! Ahok Sah Ditunjuk Menjadi Komisaris Utama Pertamina Oleh Presiden Jokowi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel