Kehidupan Sehari-hari di Site sebagai Kuli Tambang Batubara



Indonesia adalah negeri yang kaya akan sumber daya alam. Suatu fakta yang menggembirakan sekaligus menyedihkan sih, karena akhirnya kita banyak menggantungkan ekonomi kita pada sektor yang tidak terbarukan ini. Dan membuat kita merasa seolah-olah aman dengan melimpahnya sumber daya alam di negeri ini. Nah, seperti yang sempat saya singgung di About, saya pernah menjadi bagian dari industri itu selama kurang lebih 4.5 tahun. Kehidupan sehari-hari di site yang ditawarkan kepada pekerja tambang mungkin sudah banyak yang tahu. Penuh dengan fasilitas namun juga wajib kuat menahan rindu pada keluarga dan tekanan kerja sehari-hari. Industri pertambangan merupakan industri padat modal, padat teknologi, dan padat resiko, oleh karena itu semuanya operasional harus dilaksanakan dengan secepat mungkin, setepat mungkin, seaman mungkin, dan mencapai produktivitas yang maksimal. Tidak heran jika tekanan kerja yang dihasilkan dari lingkungan kerja yang seperti ini sangat tinggi. Di perusahaan tempat saya bekerja terakhir, dalam 1 hari terdapat 2 shift kerja, masing-masing shift dimulai pukul 6.30 dan diakhiri 6.30 selanjutnya, istirahat 1 jam, jadi total 11 jam kerja, dengan roster setiap 6 hari kerja berhak untuk 1 hari off. Jadi bisa dikira-kira ya harus bangun pagi jam berapa setiap hari untuk persiapan berangkat kerja.  Kebetulan saya termasuk karyawan yang steady day, jadi selalu day shift, tidak pernah merasakan bekerja night shift. Untuk cuti lapangan juga disediakan selama 16 hari jika sudah bekerja selama 56 hari. ini salah satu bagian yang menyenangkan dari bekerja di tambang, yaitu cuti periodiknya yang cukup lama. Ya memang kita harus ahli menahan rindu dengan keluarga, istri, atau pacar karena masa dinas atau masa tugas yang lama, namun itu terasa terbayar ketika sudah akan jatuh tempo menjalani cuti. Dan kemudian semua kebahagiaan seakan sirna ketika masa cuti sudah habis dan harus kembali ke site. Rata-rata site area pertambangan memang berada pada remote area, jauh dari peradaban perkotaan, dan sudah pasti jauh juga dari jangkauan sinyal handphone. Memang ada site yang tidak jauh dari kota, tapi jumlahnya minoritas dibanding remote area dan luas area kerja pasti lebih kecil dibanding site remote area. Contohnya tambang-tambang di sekitar Samarinda. Site idola bagi semua pekerja tambang. 


Okay, kembali ke soal kehidupan sehari-hari di tambang. Bangun subuh sudah pasti karena berangkat kerja pun pagi sekali. Pukul 04.30 kami sudah bersiap sebab pukul 05.15 bis berangkat untuk mengantar ke area kerja. Bekerja di area remote praktis hanya mengandalkan signal WiFi untuk komunikasi dengan dunia luar, karena sinyal GSM belum sampai jangkauannya ke area kerja. Tiba di area kerja masing-masing biasanya pukul 06.10, dilanjutkan dengan koordinasi pending job dengan shift sebelumnya, dan daily briefing sebelum memulai pekerjaan di hari itu. Daily Briefing biasanya berlangsung singkat saja hanya 5-10 menit untuk menginfokan job yang akan dilaksanakan pada shift itu dan informasi-informasi safety lainnya. Pukul 09.00 hingga 09.15 terdapat coffee break bagi yang bekerja di area office, namun tidak bagi operator produksi dan yang beroperasi di lapangan. Pukul 12.00-13.00 istirahat, pukul 03.15-03.30 coffee break lagi, dan bis karyawan mengantar kembali ke mess pukul 06.30. Biasanya tiba di mess pukul 19.30, dan dilanjutkan makan di kantin karyawan. Ada kantin staff, kantin operator/mekanik. Sedangkan Staff up memiliki dapur private di masing-masing mess nya. Setelah makan dikantin, biasanya saya langsung ke kamar untuk mandi dan berganti pakaian. Seharian terpapar udara tambang membuat badan menjadi kotor dan lengket, setelah mandi badan terasa segar kembali. Jam 8 biasanya jam rebahan sedunia bagi kami, sambil scrolling medsos. Atau nonton televisi. Oh ya, mess nya juga lumayan nyaman. Fasilitas 1 kamar antara lain isi 2 ranjang, 1 lemari ukuran besar, AC 1 PK, kamar mandi dan air panas. Untuk TV memang hanya 1 di ruang bersama di tengah. Untuk televisi juga lengkap pilihan channelnya dari dalam negeri hingga mancanegara. Sampai bingung nonton yang mana, eh ujungnya nonton Youtube. Karena Youtube lebih dari TV! Hehe. Tidak hanya itu, fasilitas hiburan di mess selain televisi, ada juga tempat karaoke, meja bilyard, dan music box bagi yang doyan ngeband. Pada music box terdapat area outdoor café yang bisa dipakai sambil nonton performer-performer di music box nya. Untuk fasilitas  olahraga terdapat lapangan futsal, lapangan basket 3 on 3, lapangan volley, tenis meja, serta gym center. Sebenarnya ketika berada di site, yang kita pikirkan hanyalah bagaimana caranya bekerja dengan baik, karena semua fasilitas sudah terpenuhi oleh perusahaan. Semoga dapat memberikan gambaran bagi Anda, kira-kira seperti itu kehidupan sehari-hari di site sebagai karyawan tambang, tiap site dan tiap perusahaan berbeda-beda tentunya.

Belum ada Komentar untuk "Kehidupan Sehari-hari di Site sebagai Kuli Tambang Batubara"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel